Tangerang, bisnissawit.com – PT Global Inspeksi Sertifikasi (LSISPO-005-IDN) menggelar acara Penyerahan Sertifikat ISPO sekaligus Webinar Penerapan Supply Chain di Sektor Pertanian & Sosialisasi Pekembangan ISPO di Indonesia, yang berlangsung di Hotel Starlet, BSD City, Tangerang – Banten.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan perusahaan perkebunan, praktisi industri, dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian sebagai bentuk komitmen memperkuat penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di sektor hilir serta mendorong terciptanya rantai pasok pertanian yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, PT Global Inspeksi Sertifikasi menyerahkan sertifikat ISPO dan plakat penghargaan kepada empat perusahaan, yakni PT Kurnia Luwuk Sejati, PT Adhyaksa Dharmasatya, PT Candi Artha, dan PT Lunik Anugerah. Penyerahan sertifikat ini menjadi bukti konkret bahwa penerapan standar keberlanjutan di industri sawit terus berkembang dan semakin banyak perusahaan yang berkomitmen untuk menjalankannya.
Webinar yang menjadi inti acara menghadirkan narasumber ahli yang membahas isu strategis terkait keberlanjutan sawit dan pertanian. Direktur Sistem Harmonisasi Akreditasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) menekankan pentingnya penerapan ISPO di hilir untuk memastikan produk sawit Indonesia tidak hanya memenuhi standar keberlanjutan nasional, tetapi juga dapat bersaing di pasar internasional. Sesuai dengan Perpres No 16 tahun 2025 penerapan ISPO akan mengalami perkembangan aturan baik itu penerapan iso hulu, hilir dan bioenergi.
Sementara itu, Praktisi ISPO, Dedy, memberikan paparan mengenai strategi penerapan supply chain di sektor pertanian. Ia menyoroti pentingnya integrasi hulu hingga hilir, penerapan teknologi dalam pengelolaan rantai pasok, serta peran sertifikasi ISPO sebagai jaminan mutu dan keberlanjutan produk.

Direktur PT Global Inspeksi Sertifikasi (GIS), Vera Marini, dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap peraturan yang ditetapkan pemerintah terkait industri sawit selalu berkaitan dengan supply chain. Menurutnya, inti dari supply chain terletak pada transparansi dan traceability, yang menjadi jaminan bahwa produksi kelapa sawit dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Apapun peraturan yang ditetapkan pemerintah, tidak jauh dari peranan supply chain di industri sawit. Intinya adalah bagaimana produksi kelapa sawit yang berkelanjutan bisa terjamin. Titik berat supply chain adalah memastikan adanya transparansi dan traceability,” ujarnya.
Lebih lanjut, Vera menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen PT Global Inspeksi Sertifikasi dalam mendukung implementasi ISPO. “Melalui acara ini, kami ingin memperkuat pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi ISPO dan penerapan supply chain yang sesuai standar. Dengan demikian, industri sawit dan pertanian Indonesia akan semakin berdaya saing serta diakui di pasar global,” jelasnya.
Melalui kegiatan penyerahan sertifikat ISPO dan webinar ini, PT Global Inspeksi Sertifikasi menegaskan perannya sebagai lembaga sertifikasi independen yang terus berkomitmen mendukung industri sawit berkelanjutan di Indonesia. Dengan semakin banyak perusahaan yang memperoleh sertifikasi ISPO, diharapkan industri sawit dan pertanian Indonesia mampu menghadapi tantangan keberlanjutan sekaligus memperkuat posisinya di pasar global.