18 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – PT Teladan Prima Agro Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (16/2/26) di Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp701,05 miliar, naik 74,7 persen dibandingkan dividen tahun sebelumnya yang mencapai Rp401,34 miliar. Dari total tersebut, Rp200,67 miliar telah dibagikan sebagai dividen interim pada Oktober 2025, sehingga sisa dividen final yang akan dibayarkan mencapai Rp500,38 miliar.

Pembagian dividen itu setara dengan 63,4 persen dari laba bersih Perseroan sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,11 triliun. Selain untuk dividen, Perseroan juga menyisihkan Rp1 miliar sebagai dana cadangan dan mencatat Rp404,56 miliar sebagai laba ditahan guna mendukung penguatan modal, ekspansi usaha, serta operasional perusahaan.

Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana, mengatakan bahwa pembagian dividen tersebut menjadi cerminan dari kinerja positif Perseroan sepanjang 2025.

“Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja Perseroan yang solid sepanjang tahun 2025 serta komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Wishnu Wardhana.

Adapun jadwal pembagian dividen ditetapkan mulai dari cum dividen pasar reguler dan negosiasi pada 24 April 2026, penentuan daftar pemegang saham pada 28 April 2026, hingga pembayaran dividen tunai pada 19 Mei 2026.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, menunjuk kantor akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta menyetujui susunan pengurus Perseroan.

Dalam rapat yang sama, Perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp285,60 miliar. Hingga saat ini, sekitar 77 persen atau Rp220,32 miliar telah digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk akuisisi PT Cipta Davia Mandiri, pembangunan pabrik pengolahan inti sawit milik PT Telen Prima Sawit, serta pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas milik PT Daya Lestari.

Baca Juga:  Mutiara Panjaitan Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dengan Gagasan Pembentukan Badan Otoritas Sawit Indonesia

Investasi pada pembangunan fasilitas tersebut disebut menjadi bagian dari penerapan konsep circular economy dan komitmen perusahaan terhadap prinsip ESG, khususnya dalam efisiensi sumber daya dan pengelolaan emisi. Sementara itu, sisa dana IPO sebesar Rp65,28 miliar akan dialihkan untuk mendukung peningkatan produktivitas kebun melalui penyetoran modal kepada PT Cipta Davia Mandiri.

Perseroan optimistis berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam RUPST akan membantu menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri, sekaligus memperkuat fundamental usaha dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.