31 Juli 2025
Share:

Bisnissawit.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten sawit yang berada di bawah kendali keluarga Haji Isam. Suspensi ini berlaku mulai sesi pertama perdagangan pada Kamis, 31 Juli 2025, mencakup pasar reguler maupun pasar tunai.

Dalam keterangannya yang dirilis melalui keterbukaan informasi, BEI menyebut bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga saham PGUN yang dianggap terlalu signifikan dalam waktu singkat.

Langkah suspensi ini juga dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor. Bursa menyampaikan bahwa perdagangan PGUN akan dihentikan hingga pengumuman lebih lanjut, sembari meminta seluruh pihak untuk mencermati setiap informasi resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Sebelumnya, saham PGUN juga sempat disuspensi pada Selasa, 29 Juli 2025, sebelum dibuka kembali pada Rabu, 30 Juli. Saat kembali diperdagangkan, saham ini langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dan mengalami lonjakan tajam. Dalam sepekan, harga saham PGUN tercatat naik hingga 94 persen, bahkan mencapai kenaikan 164 persen dalam satu bulan terakhir.

Di balik euforia pasar, PGUN memang mencatatkan kinerja keuangan yang impresif. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2025 yang dipublikasikan melalui BEI, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp83,53 miliar. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 690 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat laba sebesar Rp10,57 miliar.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh penjualan bersih yang meningkat menjadi Rp385,17 miliar, naik hampir 49 persen dari Rp258,63 miliar pada paruh pertama tahun 2024. Sementara itu, total aset PGUN tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi Rp2,64 triliun hingga akhir Juni 2025, dibandingkan Rp2,63 triliun pada akhir Desember 2024.

Baca Juga:  Nihil Limbah, Semua Bagian Kelapa Sawit Bisa Diolah

Sebagai informasi tambahan, PGUN dimiliki oleh Liana Saputri dan Jhony Saputra anak dari pengusaha tambang ternama Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, melalui dua entitas, yakni PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya. Gabungan kepemilikan tidak langsung keduanya di PGUN mencapai 4,4 miliar lembar saham atau sekitar 76,69 persen dari total saham beredar.

Dengan latar belakang pertumbuhan laba yang tinggi namun diiringi pergerakan harga saham yang sangat agresif, pasar kini menunggu langkah lanjutan dari otoritas bursa dan manajemen PGUN dalam menjaga transparansi serta stabilitas emiten ini di tengah sorotan publik. (*)