21 Januari 2026
Share:

Bisnissawit.com – Prospek saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) dinilai makin menjanjikan setelah fundamental perusahaan menguat sepanjang tahun lalu, termasuk dari sisi neraca keuangan. Penguatan ini disebut bisa menjadi “bahan bakar” pertumbuhan harga saham BWPT ke level yang lebih tinggi.

Mengacu pada riset Binaartha Sekuritas, kinerja operasional BWPT menunjukkan tren positif. Produksi tandan buah segar (TBS) tercatat naik 3% menjadi 775 ribu ton, sementara volume yang berhasil diproses meningkat lebih tajam, yakni 13,8% menjadi 916 ribu ton. Sejalan dengan itu, produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) juga ikut terkerek, masing-masing naik 9,8% dan 12,2%.

Dari sisi profitabilitas, BWPT mencatat lonjakan laba bersih 51,7% menjadi Rp171 miliar. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan penjualan yang melesat 43%, meski beban pokok penjualan juga meningkat 47,7%. Tak hanya itu, capaian EBITDA perusahaan turut menguat 34% menjadi Rp1,25 triliun.

Binaartha juga memproyeksikan tren penguatan kinerja BWPT berlanjut pada 2025. Laba bersih diperkirakan dapat menyentuh Rp408 miliar atau tumbuh 34%, sedangkan EBITDA diprediksi mencapai Rp1,7 triliun, naik sekitar 21,6%. Kinerja yang tetap solid ini disebut didukung perbaikan operasional yang membuat profitabilitas perseroan tetap terjaga.

Perbaikan juga terlihat dari sisi struktur permodalan. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) BWPT tercatat membaik menjadi 1,5 kali per September 2025, dibandingkan posisi sebelumnya 1,98 kali. Kondisi ini tidak lepas dari penurunan pinjaman bank sebesar 11,5%. Hingga akhir 2025, DER perusahaan diprediksi kembali menyusut menjadi 1,34 kali.

Sebagai bagian dari strategi pendanaan, pada 6 Januari 2026 BWPT menerbitkan sukuk Rp290 miliar serta obligasi Rp210 miliar. Sukuk tersebut memiliki tenor 370 hari dengan skema revenue sharing 9,75%–11%, sementara obligasi menawarkan kupon 9,75% dan 11%.

Baca Juga:  Ini Dia Daftar Terbaru Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau 15 - 21 Mei 2024

Dengan kombinasi kinerja operasional yang membaik dan struktur keuangan yang lebih sehat, Binaartha mempertahankan rekomendasi buy untuk BWPT. Target harga pun dinaikkan dari Rp144 menjadi Rp222, yang berarti membuka peluang kenaikan sekitar 55%. Valuasi tersebut setara dengan EV/EBITDA 5,64 kali, masih sejalan dengan rata-rata sektor perkebunan yang berada di kisaran 5,91 kali.

Sumber: Investor.id