14 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA- dengan prospek stabil untuk PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA). Penilaian ini mencerminkan kinerja operasional perusahaan yang efisien, kondisi keuangan yang solid, dan permintaan minyak sawit yang tetap tinggi di pasar domestik maupun global.

Analis Pefindo, Adib Yasa, dalam risetnya tertanggal 13 Oktober 2025 menyebutkan bahwa meski performa CSRA dinilai positif, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah ketergantungan pada pasokan tandan buah segar (TBS) dari pihak ketiga, integrasi vertikal yang belum optimal, serta risiko dari fluktuasi harga komoditas dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pefindo menyatakan, peringkat CSRA dapat meningkat apabila perusahaan mampu memperluas area perkebunan dan memperkuat rantai pasok melalui peningkatan integrasi vertikal tanpa mengorbankan kehati-hatian finansial. Sebaliknya, peringkat berpotensi diturunkan jika pendapatan dan EBITDA jauh di bawah target atau terjadi lonjakan utang yang melemahkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Cisadane Sawit Raya merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Selatan. Perusahaan ini mengelola total lahan seluas 22.915 hektare melalui sejumlah entitas anak dan memiliki dua pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi gabungan mencapai 75 ton TBS per jam. Didirikan sejak 1983, CSRA terus berkembang menjadi salah satu pemain penting di industri sawit nasional.

Per 30 Juni 2025, kepemilikan saham CSRA terdiri dari PT Verdan Sawit Lestari sebesar 38 persen, PT Sapta Sawit Lestari 38 persen, PT Sawit Inti Perkasa 4 persen, dan masyarakat umum 20 persen. Sementara itu, pada perdagangan Senin (13/10), saham CSRA ditutup naik 2,89 persen ke level Rp890 per saham, mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek dan stabilitas perusahaan di tengah dinamika pasar sawit global.

Baca Juga:  Harga TBS Mitra Plasma Jambi Naik di Pekan Kemerdekaan, Sentuh Rp3.613 per Kg