Bisnissawit.com – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menjadi salah satu saham sawit yang mulai dilirik analis di tengah sentimen positif implementasi biodiesel B50.
PT Ina Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham TAPG dengan rating speculative buy untuk perdagangan Senin (6/4/2026). Secara teknikal, pergerakan saham TAPG dinilai masih berada dalam tren bullish.
Hal itu terlihat dari posisi candle saham yang masih bergerak di atas Moving Average 5 (MA5), yang biasanya menjadi sinyal bahwa tren penguatan jangka pendek masih berlanjut.
Penguatan saham TAPG juga didukung oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) setelah pemerintah memastikan kebijakan B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.
Kebijakan tersebut diperkirakan bisa meningkatkan permintaan minyak sawit domestik karena kebutuhan biodiesel akan semakin besar. Kondisi ini membuat prospek emiten sawit, termasuk TAPG, dinilai masih cukup menarik.
Dalam analisisnya, Ina Sekuritas menyebut area resistance saham TAPG berada di level Rp1.900 hingga Rp2.000 per saham. Sementara itu, area support berada di kisaran Rp1.820 dan Rp1.800 per saham.
Sebagai informasi, PT Triputra Agro Persada Tbk bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit serta karet. Perusahaan ini memproduksi crude palm oil (CPO), inti sawit atau palm kernel, serta karet.
Sumber: Idnfinancials.com