Bisnissawit.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) mulai sesi I, Rabu 27 Agustus 2025. Dilansir dari Bisnis.com, keputusan ini diambil setelah saham perusahaan sawit tersebut mencatat kenaikan harga kumulatif yang dinilai terlalu tinggi dalam waktu singkat.
BEI menjelaskan, suspensi dilakukan untuk memberi waktu bagi investor agar dapat mempertimbangkan langkah investasinya secara matang, sekaligus sebagai upaya melindungi pasar.
Suspensi diberlakukan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Menurut data perdagangan, saham JARR sehari sebelumnya ditutup melesat 24,77 persen ke level Rp1.135 per lembar. Dalam sebulan terakhir, harga saham emiten sawit ini sudah menanjak hingga 206,19 persen, dan sepanjang tahun berjalan 2025 telah menguat 292,65 persen.
Kenaikan harga saham JARR belakangan dikaitkan dengan kabar penghargaan Bintang Mahaputera Utama yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada pemilik Jhonlin Group, Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam.
Penghargaan yang diserahkan di Istana Negara pada Senin 25 Agustus 2025 itu dinilai sebagai pengakuan atas kiprah Haji Isam dalam pembangunan ekonomi nasional. Melalui bisnis di sektor pertambangan, batubara, transportasi, hingga infrastruktur, ia dianggap berhasil menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Di sisi lain, kinerja keuangan JARR pada semester pertama 2025 juga memperlihatkan pertumbuhan positif. Penjualan bersih tercatat naik 18,66 persen secara tahunan menjadi Rp2,04 triliun dari Rp1,71 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan terutama datang dari penjualan ke Pertamina Patra yang tumbuh hingga 146,03 persen, serta peningkatan penjualan ke PT Andifa Perkasa Energi. Meski demikian, penjualan ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan PT AKR Corporindo justru mengalami penurunan. Secara keseluruhan, perseroan membukukan kenaikan laba bersih 82,58 persen menjadi Rp160,39 miliar dari sebelumnya Rp87,84 miliar.