Bisnissawit.com – Dinamika kepemilikan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) kembali mencuri perhatian pasar. PT Samuel Tumbuh Bersama, selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali, melakukan penjualan sebagian kecil sahamnya pada 3 Oktober 2025.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diumumkan Kamis (9/10/2025), tercatat Samuel Tumbuh Bersama melepas sebanyak 83,42 juta saham NSSS di harga Rp490 per lembar. Dari transaksi tersebut, perusahaan mengantongi dana segar sekitar Rp40,87 miliar. Dengan demikian, kepemilikan Samuel Tumbuh Bersama di NSSS berkurang menjadi 7,31 miliar lembar saham atau setara 30,72 persen, dari sebelumnya 31,07 persen.
Aksi Jual-Beli Saham Sepanjang 2025
Penjualan ini menambah rangkaian aksi korporasi yang telah dilakukan sepanjang 2025. Sebelumnya, Samuel Tumbuh Bersama tercatat beberapa kali melepas saham: pada 12 September 2025 sebanyak 119,04 juta lembar di harga Rp420, dan sehari sebelumnya 142,85 juta lembar di harga sama. Bahkan pada Agustus 2025, pengendali juga menjual lebih dari 402 juta lembar saham melalui dua kali transaksi.
Di sisi lain, jajaran direksi justru menunjukkan sikap berbeda. Direktur Utama NSSS, Teguh Patriawan, tercatat beberapa kali melakukan aksi borong saham pada pertengahan tahun. Pada Juli 2025, ia membeli 36,8 juta lembar saham di harga Rp300 per lembar, dan kembali menambah kepemilikan dengan 38,42 juta lembar saham di akhir bulan tersebut. Aksi ini dinilai sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek bisnis perusahaan.
Kinerja Keuangan Menguat
Pergerakan saham tersebut berlangsung di tengah kinerja keuangan NSSS yang melesat. Laporan keuangan semester I-2025 menunjukkan pendapatan mencapai Rp946,61 miliar, naik lebih dari 66 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih pun melonjak tajam hingga 1.323 persen menjadi Rp314,26 miliar.
Peningkatan ini turut didukung oleh perbaikan struktur keuangan, di mana liabilitas menurun dan aset perusahaan bertambah. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi investor meski kepemilikan pengendali mengalami pengurangan.
Prospek dan Persepsi Pasar
Meski aksi jual saham oleh pemegang pengendali kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, manajemen menegaskan bahwa fundamental perusahaan tetap solid. Laba yang meroket, efisiensi biaya, serta pengelolaan kebun sawit yang semakin produktif diyakini menjadi modal kuat NSSS untuk mempertahankan kinerjanya di tengah fluktuasi pasar.
Dengan kombinasi aksi jual dari pengendali dan pembelian dari direksi, pasar akan terus mencermati arah kepemilikan saham NSSS, sembari menilai sejauh mana kinerja perusahaan mampu menjaga daya tariknya di bursa.