17 Oktober 2025
Share:

Bisnissawit.com – Pasar saham Indonesia kembali memberikan kejutan. Setelah beberapa pekan terakhir sektor emas mendominasi dengan reli panjang, kini giliran saham-saham sektor perkebunan, khususnya sawit, yang mulai menunjukkan kekuatannya. Pada penutupan perdagangan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,91 persen ke level 8.124. Namun, perhatian investor justru tertuju pada pergerakan saham emiten sawit seperti DSNG, AALI, SIMP, dan LSIP yang kompak menguat signifikan.

DSNG menjadi sorotan utama dengan lonjakan lebih dari 10 persen ke posisi 1.875, mendekati area resistensi penting di 1.885. Secara teknikal, pergerakan saham ini masih tergolong kuat setelah berhasil menembus garis MA50 dan menunjukkan adanya akumulasi oleh investor asing. Selama harga mampu bertahan di atas MA50, tren kenaikan jangka menengah dinilai masih berlanjut.

Saham AALI juga ikut mencatatkan penguatan setelah sebelumnya sempat tertahan di kisaran 8.300 hingga 8.500. Pada perdagangan terakhir, harga saham AALI naik lebih dari 2 persen ke posisi 8.050. Jika mampu menembus level psikologis 8.000, saham ini berpotensi melanjutkan tren penguatan menuju area 8.500. Akumulasi asing yang masih berlangsung memperkuat keyakinan bahwa saham ini belum kehabisan tenaga.

SIMP pun menunjukkan kebangkitan setelah sempat jatuh di bawah MA50 di sekitar 580. Kenaikan lebih dari 8 persen membawa saham ini kembali ke zona 650, mendekati area resistensi yang sebelumnya sulit ditembus. Jika level tersebut berhasil dilewati, target berikutnya diperkirakan berada di kisaran 680 hingga 700.

LSIP tak mau ketinggalan. Saham ini naik hampir 5 persen ke level 1.380 berkat aksi beli asing yang cukup masif selama sepekan terakhir. Dari sisi teknikal, LSIP memiliki peluang untuk menembus resistensi di 1.380 dengan target jangka pendek di 1.450.

Baca Juga:  Harga CPO Berpeluang Menguat pada Juni 2025, Potensi Tembus MYR 4.000 per Ton

Pergerakan kompak dari saham-saham sektor perkebunan ini menjadi sinyal bahwa rotasi sektor sedang terjadi di pasar saham. Setelah investor menikmati keuntungan dari sektor emas, kini fokus tampaknya mulai bergeser ke komoditas lain yang juga memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.

Kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global turut memperkuat optimisme terhadap saham-saham sawit. Dengan aliran dana asing yang kembali masuk dan tren teknikal yang masih positif, sektor sawit tampaknya siap menjadi primadona baru di bursa.

Bagi investor, momentum ini bisa menjadi peluang untuk meninjau kembali portofolio, terutama bagi yang ingin mencari sektor defensif dengan potensi imbal hasil menarik di tengah dinamika pasar yang terus berubah. (*)