21 Juli 2025
Share:

Bisnissawit.comPT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), perusahaan sawit milik pengusaha TP Rachmat, menyatakan bahwa tidak ada informasi material yang menjadi pemicu pergerakan tajam sahamnya belakangan ini. Pernyataan ini disampaikan sebagai jawaban atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (18/7/25).

“Manajemen tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham maupun rencana aksi korporasi dalam waktu dekat,” ujar Joni Tjeng selaku Corporate Secretary TAPG.

Meskipun demikian, TAPG menduga bahwa lonjakan harga sahamnya didorong oleh sejumlah sentimen eksternal. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar berjangka Malaysia yang menembus RM4.225 per ton, tertinggi sejak April 2025.

Selain itu, kinerja ekspor CPO Indonesia yang meningkat menjadi US$2,19 miliar pada Maret 2025 turut memberi pengaruh positif.

Perusahaan juga mencatat bahwa perkembangan positif dalam negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA), yang berpotensi menghapus tarif masuk hingga 80% bagi komoditas asal Indonesia, menjadi faktor pendukung lainnya.

Ditambah lagi, kebijakan penurunan tarif impor CPO Indonesia ke Amerika Serikat dari 32% menjadi 19% dinilai memberikan sentimen positif bagi sektor.

“Rata-rata harga CPO futures diprediksi tetap tinggi di kisaran RM4.100 per ton, terutama karena dorongan permintaan global dan keberlanjutan program biodiesel,” tutup Joni.

Baca Juga:  SHINES: Inisiatif REA KALTIM untuk Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sawit