13 Mei 2026
Share:

Bisnissawit.com – Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan menggelar workshop bertema optimalisasi pengelolaan kebun kelapa sawit di lahan gambut di Jambi pada 11–12 Mei 2026. Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas teknis petani swadaya dalam menerapkan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan guna mendukung keberlanjutan industri sawit nasional dari sektor hulu.

Provinsi Jambi dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas dan menjadi salah satu sentra perkebunan sawit di Indonesia.

Ketua DPW Samade Jambi sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Andi Ari, mengatakan workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi yang membahas pengelolaan lahan, pemupukan, hingga penggunaan herbisida yang lebih ramah lingkungan bagi petani.

“Workshop ini bertujuan mendidik petani swadaya agar mampu mengelola lahan gambut secara optimal. Kami menghadirkan para pakar untuk membahas tata kelola lapangan mulai dari pemupukan sampai penggunaan herbisida ramah lingkungan, sehingga produktivitas kebun rakyat di Jambi dapat terus meningkat melalui penerapan tata kelola lahan gambut yang berkelanjutan,” ujar Andi dalam keterangan pers yang diterima Media Bisnis Sawit, Rabu (13/5/26).

Sementara itu, Anggota Bidang Pembentukan dan Pembinaan Kelompok dan Koperasi DPP Samade, Sukanto, menilai penguatan sektor hulu menjadi fondasi penting dalam mendukung program hilirisasi sawit nasional.

Menurutnya, Samade tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas kebun, tetapi juga melakukan pendampingan kepada petani, termasuk membuka akses terhadap program beasiswa sawit untuk anak petani.

“Kunci utama hilirisasi adalah sektor hulu harus diperkuat terlebih dahulu. Samade mengambil peran melalui workshop ini karena lahan gambut tetap bisa produktif jika pengelolaannya dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan,” kata Sukanto.

Baca Juga:  PTPN III Perkuat Akses Pendidikan Perkebunan Lewat Bantuan Bus untuk Politeknik LPP dan ITSI

Di sisi lain, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan pentingnya optimalisasi sektor hulu sawit di tengah meningkatnya kebutuhan domestik.

Ia menyebut penyelesaian persoalan teknis di lapangan menjadi langkah penting agar penyaluran bantuan pemerintah, termasuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sarana-prasarana, dapat berjalan maksimal.

“Penguatan sektor hulu menjadi kunci, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut luas seperti Jambi. Melalui forum ini kami ingin memastikan berbagai persoalan teknis dapat diselesaikan bersama agar dana PSR dan bantuan sarpras bisa segera terealisasi. Tata kelola lahan gambut yang berkelanjutan juga penting untuk mendukung program strategis pemerintah seperti B50,” jelas Helmi.

Helmi menambahkan BPDP juga membuka peluang kolaborasi bagi pelaku UMKM berbasis perkebunan di Jambi guna meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pemasaran produk mereka.

Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal. Ia mengapresiasi sinergi antara Samade dan BPDP dalam mendorong edukasi petani sawit di daerah.

“Kami mengapresiasi inisiatif Samade dan dukungan BPDP. Workshop ini membantu pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan bibit unggul serta pentingnya tata kelola lahan gambut yang berkelanjutan. Ini menjadi solusi konkret untuk mempercepat program PSR di Jambi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Henrizal.

Melalui kolaborasi tersebut, Samade dan BPDP berharap produktivitas sawit rakyat di Jambi dapat terus meningkat seiring penerapan praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.