Bisnissawit.com – Twinwood Family Holdings Limited, bagian dari Grup Sampoerna Strategic, resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) sebesar 65,721% kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation. Langkah ini menjadi bagian dari realisasi hasil investasi yang telah dijalankan grup Sampoerna.
Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, dalam keterangan pers di Jakarta menegaskan bahwa meski SGRO dilepas, pihaknya tetap berkomitmen memberi kontribusi bagi perekonomian nasional melalui lini bisnis lainnya dan terus menjajaki peluang baru yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Kami bersyukur SGRO menemukan rumah baru. Kami yakin pemilik yang baru dapat membawa perusahaan menuju prospek pertumbuhan yang lebih baik dan memberikan kepastian bagi para pegawai,” ujarnya dikutip dari Neraca.co.id, Senin (24/11/25).
Menurut Bambang, minat investor terhadap industri sawit Indonesia masih sangat tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, grup Sampoerna menilai POSCO International sebagai pihak yang paling tepat untuk melanjutkan tren positif SGRO, berkat pengalaman dan komitmennya pada industri sawit di Tanah Air.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta kepada POSCO International atas kesediaannya menjadi pemilik baru SGRO. “Ini kesempatan bagi kami untuk memfokuskan sumber daya pada bisnis yang sudah berjalan dan mengeksplorasi sektor lain yang berpotensi berkembang di Indonesia,” tambahnya.
POSCO International, bagian dari POSCO Group asal Korea Selatan, memiliki bisnis yang luas meliputi perdagangan, energi, baja, hingga agribisnis. Di Indonesia, mereka terlibat dalam berbagai sektor strategis, termasuk pabrik baja terintegrasi PT Krakatau POSCO di Cilegon serta kerja sama energi dengan konsorsium Pertamina Hulu Energi North East Java.
Kehadiran POSCO di industri kelapa sawit Indonesia sudah berlangsung sejak 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo di Papua Selatan. Perusahaan ini mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak sawit dengan total kapasitas 210 ribu ton per tahun, serta memiliki fasilitas penyulingan minyak sawit berkapasitas 500 ribu ton per tahun di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sementara itu, kinerja SGRO pada semester I 2025 tercatat menguat signifikan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 236,06% secara tahunan, disertai peningkatan penjualan sebesar 45,18% yoy.
Sumber: Neraca.co.id