22 Juli 2025
Share:

Bisnissawit.com PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), perusahaan kelapa sawit yang bermarkas di Medan, berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 656,72 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga akhir Juni 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 55,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba bersih STAA untuk kuartal II-2025 tercatat sebesar Rp 760,64 miliar, meningkat 56,7 persen secara tahunan (year-on-year).

Menurut Head of Investor Relations STAA, Kevin Wijaya, pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kombinasi antara naiknya harga jual produk dan meningkatnya volume penjualan. Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 3,59 triliun atau tumbuh 33,2 persen dibandingkan tahun lalu. Seluruh lini bisnis utama, seperti crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO), menunjukkan tren pertumbuhan positif selama periode ini.

STAA juga mencatat EBITDA sebesar Rp 1,14 triliun, dengan margin yang tetap sehat. Hal ini dicapai berkat efisiensi dalam biaya produksi dan optimalisasi operasional. Laba usaha turut melonjak menjadi Rp 966,74 miliar, mencerminkan ketangguhan fundamental operasional serta penerapan manajemen yang disiplin.

“Capaian ini memperlihatkan keberhasilan kami dalam menerjemahkan ekspansi bisnis menjadi hasil keuangan yang solid dan berkelanjutan,” ujar Kevin dalam pernyataan resmi dikutip dari Kompas.com pada Selasa (22/7/2025).

Dari sisi produksi, volume tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan mencapai 275.248 ton, naik 4,8 persen secara tahunan. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan produksi kebun inti sebesar 4,4 persen dan kebun plasma sebesar 9,2 persen. Kenaikan yield per hektar juga tercatat sebesar 4,5 persen untuk kebun inti dan 4,4 persen untuk plasma, mencerminkan keberhasilan dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan, adaptasi terhadap kondisi iklim, serta hasil dari program replanting tanaman.

Baca Juga:  Hore! Harga Referensi CPO Periode Agustus 2024 Alami Peningkatan 2,42%

Secara keuangan, total aset STAA meningkat menjadi Rp 8,35 triliun per 30 Juni 2025, naik dari Rp 8,08 triliun di akhir tahun 2024. Sementara itu, total ekuitas perusahaan tumbuh menjadi Rp 5,96 triliun pada periode yang sama.

Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, STAA juga telah resmi mengoperasikan pabrik refinery barunya pada Juli 2025. Fasilitas ini memperkuat kapasitas STAA dalam memproduksi produk turunan kelapa sawit bernilai tambah tinggi secara mandiri.

“Dengan keberadaan pabrik hilir dan struktur keuangan yang kuat, kami percaya diri STAA mampu mengoptimalkan peluang pasar dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Kevin.