1 Mei 2026
Share:

Bisnissawit.com – Kegiatan kunjungan lapangan dalam rangkaian Teknis Kelapa Sawit (TKS) 2026 menghadirkan contoh nyata penerapan inovasi dan prinsip keberlanjutan di industri sawit. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah PT Sukses Karya Mandiri (SKM), yang dinilai berhasil mengintegrasikan proses pengolahan inti sawit dengan pemanfaatan energi terbarukan berbasis biogas untuk menunjang operasional pabrik secara mandiri.

Dalam kegiatan field trip yang berlangsung pada Kamis (30/04/2026), peserta diajak melihat langsung tahapan pengolahan palm kernel menjadi crude palm kernel oil (CPKO) serta palm kernel expeller (PKE). M. Faozy Saputra, Asisten Proses Kernel Crushing Plant (KCP), menjelaskan bahwa proses dimulai dari penerimaan bahan baku yang harus memenuhi standar tertentu.

Palm kernel yang diterima memiliki batas kadar air dan kotoran masing-masing sebesar 8 persen. Setelah ditimbang, bahan baku tersebut disimpan sementara di kernel bunker berkapasitas 750 ton sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

Sebelum diproses, kernel terlebih dahulu melewati tahap pemisahan menggunakan alat magnetik untuk menghilangkan benda asing seperti logam atau batu. Tahapan ini penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi mesin dari kerusakan.

Selanjutnya, kernel dipanaskan untuk menurunkan kadar air hingga sekitar 5 persen, lalu diproses melalui dua tahap pengepresan guna menghasilkan minyak inti sawit (PKO) dan bungkil (PKE) sebagai produk samping.

Tidak hanya fokus pada produksi utama, PT SKM juga mengembangkan inovasi hilirisasi dengan memanfaatkan PKE sebagai bahan baku budidaya maggot (larva Black Soldier Fly/BSF). Nantinya, maggot tersebut akan diolah menjadi tepung dan minyak sebagai bahan pakan ternak bernilai ekonomi lebih tinggi.

Saat ini, sebagian besar PKE masih dipasarkan sebagai bahan pakan ternak dengan harga relatif rendah. Namun, melalui pengolahan lanjutan tersebut, perusahaan optimistis nilai tambah produk dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga:  Pakar IPB Ungkap Tantangan Perbaikan Tata Kelola Sawit

Selain inovasi produk, PT SKM juga menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dengan memanfaatkan limbah cair sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sebagai sumber energi terbarukan.

Raihan, staf biogas PT SKM, menjelaskan bahwa fasilitas biogas plant yang telah beroperasi sejak November 2023 memiliki kapasitas gas engine sebesar 2 megawatt. Limbah POME diolah untuk menghasilkan gas metana (CH4) yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Proses pengolahan dimulai dari pendinginan limbah di cooling pond, dilanjutkan pencampuran dengan bakteri aktif di mixing tank, hingga masuk ke biodigester berkapasitas besar untuk menghasilkan gas metana.

Gas yang dihasilkan kemudian dimurnikan melalui proses penyaringan untuk mengurangi kandungan hidrogen sulfida, sebelum didinginkan dan dikeringkan agar siap digunakan sebagai bahan bakar gas engine.

Energi listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pabrik, khususnya Kernel Crushing Plant, serta kebutuhan listrik di area perkebunan dan fasilitas lainnya. Bahkan, saat tidak ada aktivitas produksi, listrik tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.

Pemanfaatan biogas ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil seperti solar, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari limbah cair sawit.

General Manager PT SKM menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan industri sawit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi kunjungan peserta TKS 2026 yang dinilai memberikan motivasi serta masukan positif bagi pengembangan perusahaan.

Saat ini, PT SKM menjadi salah satu pionir pemanfaatan biogas untuk operasional KCP di Kalimantan Tengah. Ke depan, perusahaan berencana memperluas penerapan teknologi tersebut, termasuk pembangunan fasilitas serupa di wilayah lain.

Selain fokus pada efisiensi energi, PT SKM juga aktif mendukung program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pengembangan peternakan melalui program desa binaan yang telah berjalan selama beberapa tahun.

Baca Juga:  Mengapa Harga Referensi CPO Juni 2025 Turun? Ini Penjelasan dari Kemendag

Melalui kegiatan field trip ini, peserta TKS 2026 memperoleh gambaran nyata bahwa integrasi antara efisiensi operasional, inovasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konkret di industri kelapa sawit.

PT SKM menjadi bukti bahwa industri sawit tidak hanya menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan serta pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.