8 Juli 2025
Share:

Bisnissawit.com — 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 yang berlangsung pada 8–10 Juli di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan teknologi dan kualitas SDM di sektor pengolahan kelapa sawit nasional.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Media Perkebunan dan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI), dengan mengusung tema besar “Updating Technology & Talent for Palm Oil Mill and Downstream.” TPOMI 2025 tidak hanya menjadi tempat bertemunya pelaku industri sawit, peneliti, regulator, hingga penyedia teknologi, namun juga menjadi sarana membangun sinergi dalam menjawab tantangan industrialisasi sawit berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Hendra J. Purba, SE, selaku pemimpin usaha Media Perkebunan sekaligus Sekretaris Jenderal P3PI, mengungkapkan bahwa masih minimnya perubahan teknologi dalam industri sawit Indonesia—yang telah berjalan lebih dari satu abad—menjadi latar belakang digelarnya acara ini.

Ia berharap 3rd TPOMI 2025 bisa menjadi ruang refleksi dan berbagi perkembangan terkini industri sawit, baik dari sisi teknologi maupun kesiapan SDM-nya. “Dengan terselenggaranya TPOMI 2025 ini, kita berharap bisa melihat capaian apa saja yang sudah dilakukan oleh industri sawit nasional. Teknologi memang penting, tapi keberhasilan adaptasi oleh SDM juga tidak kalah krusial,” ujarnya.

Salah satu bagian utama dari acara ini adalah konferensi yang menghadirkan berbagai narasumber terkemuka dari kementerian, lembaga riset, pelaku industri pengolahan, hingga perusahaan penyedia solusi teknologi.

Selain itu, pameran teknologi (exhibition) yang berlangsung pada 9–10 Juli 2025 turut menampilkan sederet inovasi teranyar. Di antaranya adalah mesin-mesin pengolahan berbasis kecerdasan buatan (AI), teknologi Internet of Things (IoT), sistem otomasi pengendalian proses, teknologi efisiensi energi, serta perangkat lunak manajemen produksi—semuanya dirancang untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional pabrik kelapa sawit.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Terbitkan Perpres No. 5 Tahun 2025: Langkah Tegas Tertibkan Kawasan Hutan

Hendra juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 500 peserta dan pengunjung telah mendaftar untuk menghadiri konferensi serta mengunjungi booth dalam pameran. Ia pun mengungkapkan rencana penyelenggaraan TPOMI edisi berikutnya pada tahun 2026 yang akan sekaligus memperingati 115 tahun kelapa sawit komersial di Indonesia.

“Semoga dengan dukungan Bapak dan Ibu semua, TPOMI tahun depan bisa semakin besar dan mampu mewujudkan cita-cita kita bersama untuk kemajuan teknologi dan SDM industri sawit,” ujarnya menutup.

Tak hanya pameran dan konferensi, TPOMI 2025 juga menggelar sesi coaching clinic bertajuk “Operational Efficiency in Managing Palm Oil Mills.” Program ini menghadirkan para ahli dan praktisi, seperti Dr. Tony Liwang dari Komite Litbang BPDP, Samuel Leki (trainer P3PI), Ir. Posma Sinurat, MT. (Ketua Bidang PKS P3PI), serta Edward Simatupang, SP., CH., CMT. dari CVTIM.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, TPOMI 2025 diharapkan dapat mempercepat akselerasi pemanfaatan teknologi modern di sektor pengolahan sawit, meningkatkan daya saing industri, serta membuka peluang kerja sama lintas sektor dalam membangun industri kelapa sawit Indonesia yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.