3 Maret 2026
Share:

Bisnissawit.com — Pergerakan tak biasa terjadi pada saham sawit PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO). Sebanyak 599,67 juta saham dilaporkan berpindah tangan dengan harga rata-rata Rp7.903 per lembar. Total nilai transaksi pada sesi I perdagangan pun mencapai sekitar Rp4,74 triliun.

Hingga kabar ini beredar, belum ada informasi resmi mengenai pihak yang terlibat maupun tujuan di balik transaksi bernilai jumbo tersebut. Aksi ini pun langsung menyita perhatian pelaku pasar.

Seiring transaksi besar itu, saham SGRO menguat 6,67% dan ditutup di level Rp6.400 pada akhir sesi pertama perdagangan.

Sebagai informasi, Prime Agri Resources sebelumnya dikenal sebagai Sampoerna Agro. Pergantian nama dilakukan setelah AGPA Pte. Ltd., anak usaha dari POSCO International, mengakuisisi perusahaan dari Twinwood Family Holdings Limited. POSCO International merupakan bagian dari POSCO Group, konglomerasi asal Korea Selatan dengan lini bisnis yang luas.

Berdasarkan laporan resmi, sepanjang 2024 POSCO International mencatatkan penjualan sebesar KRW 32.340,8 miliar atau sekitar Rp368,5 triliun. Laba operasionalnya mencapai KRW 1.116,9 miliar atau setara Rp12,72 triliun. Bisnis perusahaan mencakup perdagangan global, pengelolaan sumber daya, hingga pengembangan dan operasi infrastruktur, serta merambah sektor energi, baja, material baterai, komoditas pertanian, dan proyek kendaraan ramah lingkungan.

Di Indonesia, grup ini juga terlibat dalam proyek baja melalui PT Krakatau POSCO serta kerja sama energi dengan Pertamina Hulu Energi North East Java.

Per 31 Januari 2026, pengendali akhir SGRO tercatat atas nama In Hwa Chang, yang menguasai 65,72% saham melalui Agpa Pte. Ltd.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:  Wisuda INSTIPER 2026: Lulusan Dilirik Industri, 24 Persen Sudah Bekerja Sebelum Wisuda