4 Desember 2025
Share:

Bisnissawit.com – Industri sawit Indonesia memang dikuasai para pemain besar yang memiliki areal perkebunan luar biasa luas bahkan ada yang setara beberapa kali luas DKI Jakarta. Berikut deretan perusahaan sawit raksasa yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menempati posisi puncak dengan total lahan sekitar 284.831 hektare atau kurang lebih 2.848 km², setara 4–5 kali luas wilayah Jakarta. Perkebunannya tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, mencakup kebun inti hingga kebun plasma. Skala sebesar ini menghasilkan produksi TBS yang sangat besar, namun menuntut pengelolaan operasional yang kompleks dari peremajaan tanaman hingga distribusi.

Di belakangnya ada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan areal sekitar 241.208 hektare di Sumatra dan Kalimantan. SIMP dikenal sebagai salah satu perusahaan sawit terintegrasi yang mengelola kebun hingga fasilitas olahan hilir.

Posisi ketiga ditempati PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) yang memiliki sekitar 137.000 hektare lahan. Walaupun total lahan grup Sinar Mas sebenarnya jauh lebih besar, angka ini merupakan luasan yang tercatat secara resmi dalam lingkup emiten SMAR.

Berikutnya, PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mengelola 111.367 hektare, mayoritas berada di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi. LSIP dikenal konsisten melakukan peremajaan tanaman untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Kemudian ada PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dengan luas sekitar 110.700 hektare, terutama berada di Kalimantan. Perusahaan ini terus meningkatkan porsi Tanaman Menghasilkan (TM), sehingga kapasitas produksi tumbuh stabil setiap tahun.

Lahan milik PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mencapai sekitar 167.700 hektare, tersebar di sejumlah wilayah utama di Sumatra dan Kalimantan, menjadikannya salah satu pemain sawit besar yang cukup agresif.

Baca Juga:  Rakernas GAPKI 2026: Industri Sawit Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Terakhir, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memiliki landbank sekitar 115.500 hektare, dengan sebagian besar kebun berlokasi di Kalimantan Tengah, baik kebun inti maupun plasma.

Skala areal yang sangat luas ini menunjukkan besarnya kapasitas produksi yang dimiliki para emiten sawit, sekaligus tantangan dalam hal tata kelola, efisiensi, hingga keberlanjutan. Di tengah meningkatnya sorotan global terhadap isu lingkungan, perusahaan dituntut memastikan rantai pasok yang transparan dan standar keberlanjutan yang semakin baik.

Menurut data Kementerian Pertanian hingga 2024, total lahan sawit di Indonesia mencapai 16,38 juta hektare, dengan komposisi 53% dikelola swasta, 6% BUMN, dan 41% petani swadaya. Gambaran ini mempertegas dominasi Indonesia sebagai pemain utama industri minyak sawit dunia baik dari segi luas lahan maupun kapasitas produksi.

Sumber: CNBC Indonesia