15 April 2026
Share:

Bisnissawit.com – Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), selaku badan penyelenggara INSTIPER Yogyakarta dan AKPY Stiper, resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Nusantara Green Energy dalam pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit berbasis Teaching Plant Steamless Palm Oil Technology (SPOT). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kampus INSTIPER Yogyakarta pada Selasa (10/2).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, M.S., bersama Direktur Utama PT Nusantara Green Energy, Iman Dermawan. Kolaborasi ini menjadi upaya nyata dalam memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi di sektor perkebunan, khususnya industri kelapa sawit.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengolahan sawit, menyediakan sarana pembelajaran yang aplikatif, sekaligus mendukung pengembangan teknologi industri yang berkelanjutan. Teaching Plant SPOT juga diharapkan menjadi fasilitas pelatihan dan demonstrasi teknologi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa sawit berteknologi SPOT yang berada di kawasan Technology and Innovation Center INSTIPER. Pabrik tersebut nantinya akan difungsikan sebagai teaching plant atau learning factory bagi mahasiswa, sekaligus menjadi pusat riset hilirisasi teknologi pengolahan sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Direktur PT Nusantara Green Energy, Petrus Tjandra, menjelaskan bahwa teknologi SPOT hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini ditemui pada pabrik kelapa sawit konvensional.

“Pabrik kelapa sawit dengan teknologi SPOT atau Steamless Palm Oil Technology merupakan pabrik kelapa sawit sistem kering yang merupakan solusi dari permasalahan pabrik kelapa sawit konvensional saat ini,” ujar Petrus.

Ia menambahkan, sistem SPOT berbeda dengan pengolahan sawit konvensional karena tidak menggunakan uap panas, melainkan udara panas, sehingga tidak membutuhkan sterilizer maupun boiler dan tidak menghasilkan limbah cair.

“Dengan tidak adanya limbah cair maka sistem ini menjadi lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca,” terangnya.

Menurut Petrus, kapasitas produksi pabrik SPOT juga lebih kecil dibandingkan pabrik konvensional, sehingga lebih sesuai diterapkan oleh petani rakyat di Indonesia dan dapat dibangun lebih dekat dengan area perkebunan.

Baca Juga:  Sah! Dana PSR Ditetapkan Menjadi Rp60 Juta per Hektare

Sementara itu, Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Purwadi, menyebut dalam kerja sama ini YPKPY akan menyiapkan lahan dan infrastruktur pendukung, sedangkan PT Nusantara Green Energy bertanggung jawab menyediakan teknologi serta peralatan pengolahan sawit berbasis SPOT.

“Pabrik ini juga dapat menjadi tempat riset dosen dan mahasiswa INSTIPER dan AKPY,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, INSTIPER diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri perkebunan, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pengolahan kelapa sawit yang lebih efisien dan berwawasan lingkungan.